Jelita Wiedoko

venomousxlovex:

“You’re not a bad person. You’re a very good person, who bad things have happened to.” -Sirius Black

“Balas dendam, kurasa, tak perlu menunggu Tuhan. Sudah besar, kan? Bisa sendiri?”
“Mengabaikan semua pesanmu, itu mudah. Namun, mengabaikan bayanganmu dari otakku, itu mustahil.”
Across the night, Soledad.

If only you could see the tears in the world you left behind

If only you could heal my heart just one more time

Pernahkah kau coba membayangkan, bagaimana sakitnya pernah menjadi aku, masa lalumu. Aku, yang selalu ada untukmu, berdiri di belakangmu dan selalu menjadi orang pertama yang memberikanmu senyuman saat kau berhasil, menjadi orang yang selalu hadir saat jenuh harimu, menjadi orang yang selalu mau kau tinggalkan saat kau ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu. Aku selalu menjadi pilihan kedua untukmu. Tempat pelarian saat penat menyerangmu. Sakitku, bahkan, tak pernah kau merasakannya. Tangisku, bahkan, bulir air matanya pun kau tak melihatnya.

Even when I close my eyes

There’s an image of your face

Aku tak pernah menuntut apapun darimu. Aku tak memintamu berubah menjadi orang yang lain, bahkan sedikitpun aku tak pernah meminta kau merubah sikapmu, merubah pribadimu.

Aku tak pernah memintamu lebih menghargai aku, lebih memberiku waktumu, lebih menyadari keberadaanku, lebih mengenalkanku dengan teman-temanmu. Aku, tak pernah, bahkan tak pernah terfikir untuk melakukannya. Aku menyukai dirimu. Yang dingin, yang beku, yang kaku. Yang selalu mengatakan sesuatu yang perlu. Aku suka itu. Aku suka caramu mendengarkanku. Senyummu, komentar pedasmu, muka tak ramahmu, segalanya tentangmu. Aku menyukainya. Aku telah terlalu jatuh padamu. Dengan segala ke-takacuh-anmu. Aku suka caramu.

And once again I come I’ll realize

You’re a loss I can’t replace

Namun, perlahan, aku tersadar bahwa kau, dirimu, sifat angkuhmu, hanyalah sebuah kumpulan penatmu yang terakumulasi di dalam kepribadianmu. Kau terlalu terpaksa untuk bersamaku. Aku terlalu tak memahamimu. Aku terlalu membuat hidupmu ramai. Keramaian, sesuatu yang tak kausukai. Aku tak mampu menjadi orang yang bisa memberikanmu ketenangan. Setiap harinya, aku hanya sibuk dengan cerita-cerita kehidupanku. Tak pernah sedikitpun aku mau mendengarkanmu. Entahlah, aku yang tak mau mendengarkanmu atau kau yang tak pernah mau menceritakan dirimu kepadaku. Keegoisankulah yang membuat dirimu pergi, menjuh, semakin tak tergapai.

Soledad

It’s a keeping for the lonely

Since the day that you were gone

Why did you leave me

Soledad

In my heart you were the only

And your memory live on

Why did you leave me

Soledad

Keputusanmulah, yang akhirnya menjadi penentu segalanya. Yang megakhiri semua senyumku, namun mengawali kebahagiaanmu. Memang, tak pernah ada alasan yang terucap dari bibir kecilmu. Namun, aku mengetahuinya. Tapi, tak sepenuhnya aku mengakui ini kesalahanku. Ini kesalahanmu, karenamu, aku menyayangimu. Dan mungkin akan selalu begitu.

Time will never change the things you told me

After all we’re meant to be love will bring us back to you and me

If only you could see

Waktu memang tak akan pernah kembali. Tapi, masih berharap dan bermimpi, bukan sesuatu yang menyalahi, kan?

Ibu : kamu mau kemana emang , pulang jauh-jauh bukannya kerumah malah ke sana ?

Saya : mau lihat wajah nya calon mantu buat ibu

Ibu : loh , sudah punya calon to , elaaaah , itu kenapa jauh-jauh sampai kudu kesana , apa ndak lihat di foto aja

Saya : gak punya fotonya , bu

Ibu : lah , bukannya tinggal ambil di internet

Saya : wajahnya tidak tersedia di internet bu :)

*saya tersenyum di seberang sana , berada di negeri lain , pulang hanya untuk bertemu seseorang , guru ngaji saya di sini menyuruh saya menemuinya ,seseorang yang wajahnya saya tidak tahu sama sekali , hanya dilukiskan oleh kata-kata oleh guru ngaji. Ketika banyak perempuan 'memperlihatkan' dengan mudah wajah mereka di dunia maya , perempuan ini tidak ada sama sekali , untuk melihatnya , 11.000km ini harus saya tempuh . . .

*cerita cinta sebuah buku - kurniawangunadi

Dear Mr. SBY

kubid:

Dear Mr. SBY,  President of Republic Indonesia

I Just fowarding this message,

“You can fool some of the people all of the time, and all of the people some of the time, but you can not fool all of the people all of the time” - Abraham Lincoln

Thanks.